Panas ekstrem tak hanya membakar ladang, tapi juga masa depan anak perempuan. Di Seluma, Bengkulu, krisis iklim mempersempit penghidupan keluarga tani, memaksa sebagian keluarga mengambil keputusan paling sunyi: menikahkan anak di usia belia. Dari dapur berlantai tanah hingga data suhu ekstrem dan gagal panen, laporan ini mengungkap bagaimana terik yang kian panas menjadi pemicu kemiskinan baru dan memperpanjang praktik perkawinan anak.
Oleh: Betty Herlina
INDEPENDEN- Siang itu, terik matahari terasa berbeda dari biasanya. Panasnya lembab dan menempel di kulit, membuat tubuh terasa berkeringat. Panas seperti ini bukan lagi sekadar cuaca harian, melainkan bagian dari perubahan yang perlahan mempengaruhi cara masyarakat di Kabupaten Seluma bertahan hidup.