Mural sarat pesan di pagar rumah Pak Parman, misalnya. Sejumlah mural mengangkat dolanan anak-anak yang belakangan ditinggalkan lantaran pengaruh modernisasi. Cublak-cublak suweng, gobak sodor, dan permainan anak lainnya.
Kreatifitas Sis Kencik dan Dodoth, dua pemuda yang menginisiasi ‘Kampung Mural’ sejak 8 April 2016 ini mulai diapresiasi warga.
Pak Parman merelakan dinding pagar rumahnya dicorat-coret lantaran melihat mural sebagai hal positif. “Sepanjang bermanfaat sebagai sarana edukasi warga, saya pribadi rela jika tembok pagar saya dijadikan media gambar,” kata pria yang akrab dipanggil Mbah Man ini.
kali dilihat