Independen --- Pangan tidak hanya masalah perut semata tapi juga penghargaan pada diri, sistem budaya dan masyarakat yang terlibat dalam proses. Berbagai upaya masyarakat untuk menjaga kedaulatan pangan. Seperti yang dilakukan Sri Rohani. Perempuan petani dari Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Timur.
Demi mempertahankan tanah pertaniannya, ia pernah ditendang tentara saat hamil muda. Selengkapnya baca PurwokertoKita: Sri Rohani Dinobatkan Sebagai Pejuang Pangan.
Di Sulawesi Selatan, akademisi serius melakukan riset jaminan kualitas potensi pangan laut dari Sulawesi Selatan yang telah diekspor ke Amerika Serikat. Riset ini telah dirumuskan dalam jurnal ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Politani Pangkep). Mereka mendapat kesempatan mepresentasikan riset tersebut di forum luar negeri. Selengkapnya baca KabarMakassar: Politani Pangkep Ikut SAFE 2016 di Colombo-Sri Lanka.
Pemerintah terus memantau masukan komoditas pertanian luar yang masuk ke Indonesia. Petugas Bea Cukai Medan menggagalkan penyelundupan bawang merah dalam jumlah besar dari India. Selengkapnya baca KabarMedan: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 9 Ton Bawang Merah.
Lain pula cara masyarakat Kediri menjaga kedaulatan pangan lokal. Mereka berkumpul mengenali pangan lokal. Diskusi itu dihadiri para pelaku kuliner, komunitas, budayawan dan umum. Dari sajian makanan khas Kediri kita diajak bertamasya untuk membicarakan budaya dan masyarakat.Selengkapnya baca: Kediri Bukan Hanya Pecel dan Tahu.