LGBT Di Lengan Pulau Sulawesi

Adalah Dody (nama samaran), pemilik salon di salah satu titik keramaian Kota Gorontalo.  Dody adalah gay yang sukses membangun bisnis kecantikan. Ia kini mempekerjakan tiga karyawan, semuanya waria. Kendati sudah menjadi bos, ia sesekali tetap melayani pelanggan.

Dody tetap ingin disebut gay meski agak gemulai, bukan waria. Ia mengaku tidak pernah berpakaian layaknya perempuan (cross dresser), sejak ia mulai terbuka dengan orientasi seksualnya, sampai ia berusia 40 tahun kini. Penampilannya sehari-hari berkaos oblong dipadukan dengan celana jeans pendek. Rambutnya pun dipotong pendek. Tak banyak basa-basi, Dody segera bercerita tentang kehidupannya menjadi seorang gay.

“Saya tahu orientasi seksual saya berbeda saat kelas tiga SMP. Perasaan suka saya muncul pada laki-laki, tapi sebatas mencoba untuk memahami apa benar saya ini suka laki-laki. Setelah kelas satu SMA, baru saya merasakan puber. Saya mulai jatuh cinta pada laki-laki,” kisahnya.

kali dilihat
Tags