Penulis: Anastasya Andriarti
Independen.id - Di media sosial, beredar video yang diklaim memperlihatkan guguran lava pijar dari Gunung Merapi yang berdiri di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Rabu, 26 November 2025. Berdasarkan penelusuran independen.id, informasi tersebut tidak benar.

Sukiman Mochtar Pratomo, warga Desa Sidorejo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengaku sibuk menjawab pesan singkat melalui whatsapp yang masuk ke gawainya untuk mengkonfirmasi video guguran lava pijar Merapi yang ramai beredar di media sosial, akhir November 2025.
“Ini masuk terus WA yang tanya aman ngga Kang? Gimana kabarnya? Bener ya meletus? Ini gimana, kok jadi saya sibuk klarifikasi. Orang aman begini,” kata Sukiman, pendiri radio komunitas Lintas Merapi yang juga membuka warung kopi di dekat loket pendakian Merapi di Deles.
Jaringan komunitas gunung berapi lainnya, menurut Sukiman, juga banyak yang bertanya tentang kondisi Merapi.
Dari lokasinya yang berjarak sekira lima kilometer dari puncak Merapi, Sukiman dan warga lain bisa melihat langsung puncak Merapi yang bersih di akhir November itu. Sayangnya, banyak yang terlanjur takut dan termakan hoaks, hingga membatalkan kunjungan wisata ke Deles, Klaten untuk menikmati keindahan Merapi.
Sukiman yang juga menyewakan penginapan di rumahnya, tidak bisa berbuat banyak mengklarifikasi hoaks yang terlanjur beredar. Di media sosial Facebook dan Tiktok beredar video dengan narasi: “PENAMBANG PASIR, terpaksa hentikan aktivitas, Merapi Luncurkan Lava Pijar”. Video yang masih bisa diakses hingga kini, juga menampilkan keterangan waktu, Rabu 26 November 2025.
Sementara, berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tidak terdapat kejadian Awan Panas Guguran (APG) pada tanggal dan waktu seperti yang disebutkan dalam video. "Sehingga dapat disampaikan bahwa informasi dalam video tersebut tidak benar," demikian keterangan resmi BPPTKG, Kamis (27/11/2025).
Video yang beredar di media sosial, berdasarkan penelusuran, identik dengan video yang diunggah di kanal YouTube CNN Indonesia pada 11 Maret 2023. Video itu, dilengkapi dengan deskripsi: Terjadi awan panas guguran di #Merapi tanggal 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng/Krasak.
Saat ini Gunung Merapi masih sering mengeluarkan guguran lava dan statusnya masih Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya (jarak 7 km dari puncak Gunung Merapi dan menjauh dari beberapa aliran sungai yang berhulu di gunung itu, seperti Sungai Bebeng, Woro, Gendol, Boyong dan Krasak).