Stigma Menambah Beban Pasien Covid-19

Independen  -- Keterbatasan pengetahuan pada Covid-19 membuat masyarakat mempunyai persepsi yang keliru pada para penyintas. Mereka yang terkena Covid-19 selain mesti berjuang mengatasi sakitnya, juga melawan stigma yang disematkan masyarakat yang minim informasi. 

Hal ini terjadi pada Marni, seorang penyintas di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Setelah melahirkan, dia sekeluarga harus mengungsi dari rumah kontrakan, karena dirinya terinfeksi Covid-19. Marni harus berpisah dari bayinya dan diisolasi di rumah sakit. Sementara bayi dirawat suaminya, yang harus hengkang dari rumah kontrakan karena warga enggan keluarganya tinggal di situ. 

Stigma yang dialami Marni masih berlanjut setelah sembuh. Bahkan saudara pun menghindar, keluarganya kesulitan mendapatkan tempat kontrakan. Bagaimana kisah selanjutnya, silakan baca liputan Riza Salman di Jangan Stigma Pasien Covid-19! 

 

kali dilihat