Program Siaran Lokal Masih Banyak yang Tayang Ulang

INDEPENDEN, Yogyakarta -- Anugerah Penyiaran DIY 2017 kembali hadir untuk memberikan apresiasi bagi Lembaga Penyiaran yang telah memproduksi program siaran lokal. Bertempat di TVRI Yogyakarta, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Yogyakarta memberikan penghargaan pada beberapa program penyiaran lokal pada tanggal 20 April lalu. Tema yang dipilih tahun ini adalah kebinekaan. 

Ada beberapa kategori Anugerah Penyiaran DIY yang diberikan dan pemenangnya dipilah antara televisi dan radio. Kategori dan pemenangnya yaitu Iklan Layanan Masyarakat Terbaik: RBTV dan Megaswara (berturut-turut stasiun TV dan Radio), Program Siaran Anak Terbaik: NET Yogya dan RRI, Program Talkshow Terbaik: TVRI Yogya dan RRI, Program Feature Terbaik: Indonesiar dan MQ FM, Program Berita Terbaik: TVRI Yogya dan GCD FM, Penyiar Berita Terbaik: JOGJA TV dan RRI, Penyiar Non Berita Terbaik: TVRI Yogya dan Retjo Buntung FM.

Sedangkan Program Siaran Bahasa Jawa Terbaik: TVRI Jogja dan Jogja Family, Program Seni dan Tradisi Terbaik: TVRI Jogja dan Retjo Buntung FM, Program Siaran Nasionalisme Terbaik: Indosiar dan Retjo Buntung FM, Program Siaran Religi Terbaik: ADI TV dan RRI serta Program Acara Favorit dengan metode polling melalui website KPID DIY : ADI TV dan Geronimo FM. "Tema kebhinekaan dipilih karena berkaitan erat dengan keistimewaan DIY. Budaya yang dimaksudkan dalam Keistimewaan tidak hanya sekedar budaya dalam konteks sempit yaitu seni dan tradisi saja, tapi lebih jauh lagi merekam fenomena perkembangan masyarakat DIY, " ujar Sukiratnasari, Wakil Ketua KPID DIY.

Sukiratnasari mengungkapkan bahwa tema kebhinekaan diambil karena DIY merupakan representasi dari Indonesia kecil, dengan meningkatnya kualitas program siaran lokal, berjalannya fungsi lembaga penyiaran dalam memberikan informasi yang layak, punya andil terhadap penyelesaian masalah-masalah sosial yang ada di DIY, dengan sendirinya lembaga penyiaran turut berperan merawat kebhinekaan.

Dari pantauan KPID DIY, meski program siaran lokal sudah rutin ada di lembaga penyiaran Yogya, namun perlu ditingkatkan. "Kualitas program siaran lokal masih harus ditingkatkan, terutama lebih mengangkat nasionalisme, budaya, seni tradisi, pendidikan dan turut berperan mencari solusi untuk masalah-masalah sosial yang terjadi di DIY, contohnya menjaga pluralisme di DIY karena potensi konflik antar etnis dan kekerasan berbasis agama sangat tinggi di DIY. Kondisi saat ini program siaran lokal hanya memenuhi kuantitas dalam regulasi (10 persen per hari), umumnya program berbentuk feature tapi masih ditayangkan secara rerun (tayang ulang)," kritik Sukiratnasari. 

Anugerah Penyiaran DIY 2017 merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menjalankan amanat Peraturan Daerah DIY Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Penyiaran sebagai upaya peningkatan kualitas Program Siaran Lokal. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta   sejak tahun 2014 secara rutin melakukan pemantauan terhadap peningkatan program siaran lokal mulai dari rata-rata 20 menit perhari. Pada akhir tahun 2016 telah mencapai rata-rata 2 jam perhari untuk seluruh Lembaga Penyiaran.

Dari sisi kuantitas lembaga penyiaran telah memenuhi ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, langkah berikutnya adalah dengan meningkatkan kualitas program siaran lokal. Harapannya dengan melakukan apresiasi terhadap program siaran lokal yang telah ditayangkan oleh Lembaga Penyiaran, kualitas program siaran akan terus meningkat.

Bayu Wardhana

kali dilihat