Sumsel Kaya Batu Bara, Masyarakat Jatuh Miskin

Independen --- Jika saat ini beras langka, ini bukan hanya soal gagal panen, sedang musim tanam atau maraknya bansos menjelang Pemilu. Tetapi juga karena berkurangnya lahan pertanian akibat aktivitas tambang. Di Sumatra Selatan, pemerintah mengalokasikan 1 juta hektar wilayah untuk pertambangan, yang sudah pasti menghilangkan sawah dan hutan.

Hal ini terjadi di kabupaten Muara Enim, Lahat dan Ogan Komering Ulu yang dulunya menjadi lumbung pangan, sekarang berubah menjadi lumbung energi dengan masifnya tambang batu bara.

Kutukan sumber daya alam atau istilah populernya Duth disease , yaitu di mana ada sumber daya alam, maka masyarakat yang tinggal menjadi miskin. Hal ini terjadi di provinsi Sumatra Selatan yang merupakan wilayah memiliki cadangan batu bara terbesar kedua di Indonesia.

Sumatra Selatan memiliki cadangan batu bara sebesar 9,3 miliar ton batu bara. Jumlah ini seperempat dari cadangan nasional yang sebesar 37,6 miliar ton batu bara. Sumber batu bara di Indonesia memang terkonsentrasi di dua pulau yaitu Sumatra dan Kalimantan.

Kekayaan batu bara ini ternyata tidak membuat masyarakat Sumatra Selatan sejahtera, tetapi justru provinsi ini termasuk 10 besar provinsi termiskin di Indonesia.

Masyarakat lingkar tambang yang tadinya sejahtera dengan bertani, ssekarang merosot menjadi miskin. Mereka tidak banyak yang bekerja di tambang, karena ketrampilan yang berbeda. Sebagian kecil menjadi buruh dengan ketrampilan umum seperti sopir, dll. Sedang sebagian besar buruh pertambangan berasal dari luar daerah. Karena tambang adalah industri padat modal dan membutuhkan kompetensi tertentu yang sulit dimiliki masyarakat lingkatr tambang.

Bagaimana kemudian kehidupan sehari-hari masyarakat lingkar tambang batu bara? Simak liputan jurnalis Teguh Suprayitno yang mendeskripsikan dengan baik bagaimana derita masyarakat lingkat tambang, khususnya di Desa Muara Maung, Kabupaten Muara Enim. Berikut tautan: Kala Tambang Batubara ‘Kuasai’ Sumsel: Lingkungan Rusak, Hidup Warga Makin Susah

kali dilihat