Independen -- Tambang nikel di Halmahera telah mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat Tobelo Dalam atau mereka menyebut diri O Hangana Manyawa. Masyarakat adat menghuni hutan Ake Jira yang berada di Halmahera Timur. Kehadiran tambang nikel telah membuat masyarakat adat kesulitan mencari makan, karena banyak hewan buruan yang menghilang.
Masyarakat adat O Hangana Manyawa selama ini memang hidup berpindah-pindah, membuka lahan, berburu hewan di sekitarnya. Nanti setelah beberapa bulan kemudian berpindah lokasi, seperti halnya masyarakat peladang di banyak tempat di Indonesia.
Masuknya perusahaan tambang nikel telah membuat hutan mereka berkurang. Kerusakan lingkungan telah membuat hewan-hewan menghilang dan lahan subur berkurang.
Seorang perempuan tua bernama Meme Maratana terpaksa harus dijemput dari dalam hutan oleh kerabat jauhnya, karena dalam kondisi kelaparan karena hilangnya bahan makanan di hutan.
Bagaimana kisah masyarakat adat O Hangana Manyawa bertahan dan terusir dari tanahnya sendiri, dikisahkan oleh jurnalis Desi Triana dalam liputan : Isi Hati Gigoro Masyarakat Adat O Hangana Manyawa Dalam Bayang Tambang Nikel di Halmahera Timur