Ada 19 desa adat yang bergabung dalam aksi, 13 desa adat dari Kabupaten Badung dan 6 desa adat di Kota Denpasar. Tuntutannya satu, menolak dengan tegas rencana reklamasi Teluk Benoa.
Mereka tersebar di empat titik lokasi sejak sekitar pukul 14.00 WITA. Titik pertama berada di Jalan Pesanggaran, Denpasar yang diikuti sekitar 3000-an peserta dari Desa Adat Sesetan, Desa Adat Pedungan, Desa Adat Kepaon, Jalak Sidakarya, Nusa Lembongan, Desa Adat Sanur dan sekitarnya.
Sambil berorasi, massa bergerak dari pintu masuk Serangan memasuki Tol Bali Mandara. Di perempatan Pesanggaran juga dipasang baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa sebagai simbol penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh Desa Adat.
“Ini bentuk konsisteni kami, jangan sekali-kali mengabaikan suara masyarakat adat,” kata I Made Suardana selaku pendiri Jalak Sidakarya setelah bergantian orasi dengan para bendesa adat.